Lucky Muli

Om, boleh minta fotonya?

Foto yang mana?

Itu, foto pas saya loncat tadi.

Oh, yang itu, boleh. Mau dibuat apa?

Ditaruh di Facebook, keren om 🙂

Namanya Muli, bocah kelas lima SD.  Mengaku punya akun Facebook tapi terkena suspend karena subscribe dengan e-mail abal-abal atau mungkin ditolak karena belum cukup umur.

Walaupun sudah dijelaskan mustahil untuk memasang di akun sosial media miliknya, Muli tetap ngotot.  Teman-teman sebayanya sudah banyak memajang foto mereka di sosial media, foto di mall, kolam renang dan di taman-taman kota.  Sedang dirinya harus puas kebagian foto bersama, itupun hanya sebatas tag nama di caption foto teman-temannya.  Tidak ada background mall, taman kota atau tempat-tempat bagus lain di foto tersebut.

“Fotonya kan rame-rame om, waktu pulang sekolah atau pas main di rumah teman” begitu kilahnya.

Jadi kasihan sama si Muli.  Saya bingung bagaimana cara “memberi” foto yang diminta.  Media penyimpan tidak punya dan mustahil mengirim lewat e-mail abal-abal miliknya.

Saya akhirnya menawarkan untuk mengaktifkan kembali akun miliknya. Bukan sekarang, tapi nanti. Walau terlihat sedikit kecewa, dia mengangguk senang sambil berlalu dan berseru:

foto yang ini juga om…..

Muli berlari lincah menapaki beberapa bongkah batu dan kemudian melompat menyisi gemuruh air terjun sambil memberi tanda seolah tau kalau saya bersiap mengabadikan fotonya.

Sekilas saya mengingat celoteh iri Muli pada foto teman-teman sebayanya, di mall dan di taman-taman kota. Jujur, saya sendiri iri dengan taman bermainnya sekarang. Sebuah mini lanskap hutan tropis luas dengan telaga dan air terjun bertingkat. Begitu beruntungnya Muli.

image

Muli and his Waterfall #Berambai

Advertisements