Whiplashing Baby Nico

image

Pernah nonton Whiplash, 2014? Bagaimana tokoh Andrew Neiman (Miles Teller), berlatih keras menggebuk drum menyesuaikan ketukan irama “Whiplash” dan “Caravan”.  Serta bagaimana drama hubungannya dengan mentor killer sekaligus konduktor band jazz prestisius yang dilakoni Terrence Fletcher (J.K. Simmons) berkelakuan setan di film tersebut.

Apa yang Andrew lakoni kurang lebih sama dengan apa yang saya alami sekarang ini, bahkan lebih.  Bedanya kalau si Andrew menggebuk drum, saya mempuk-puk bokong bayi Nico, putra saya yang masih berumur satu setengah bulan.

Saya merasa senasib dengan tokoh Andrew.  Mempuk-puk bokong bayi sama susahnya dengan membaca ketukan drum simfoni whiplash. Andrew masih beruntung bisa sambil membaca not balok dan punya mentor killer sebagai motivasi. Lha saya? Erangan, kadang rintihan dan suara lirih bayi Nico lebih rumit dari map bar whiplash, bahkan caravan sekalipun.

Intro masuk whiplash bisa dibilang mustahil: dengan tempo seperti itu drummernya pasti sinting; pun begitu dengan caravan: solo drum-nya saja tujuh kali lebih panjang dari lagunya.

Mempuk-puk bokong bayi ternyata lebih rumit.  Tak ada patokan buat mengatur tempo puk-pukan baik di intro permulaan dan di penutup.  Semua tergantung mood bayi.  Terlalu lembut jadi kurang puas – terlalu keras malah nangis.  Semena-mena, persis lakon tokoh Terrence sang konduktor kejam yang antagonis. Kalau tak suka, ibunya – the second puk-puker siap menggantikan saya – the lead puk-puker. Padahal tidak ada yang salah dengan irama puk-pukan saya.  Terlebih lagi, puk-puker ibunya di bawah standar.  Senasib dengan Andrew, saat Terrence sang konduktor bosan karena gebukan Andrew yang kelewat sempurna, dengan gampangnya ia digantikan oleh drummer cadangan yang gebukannya terdengar sangat biasa.

Lupakan panjang solo drum di “caravan”.  Rekor puk-puk bayi Nico hampir tujuh jam: dari pukul 8 malam sampai pukul 4 dini hari.  Maklum, siangnya bayi Nico baru divaksin dan tingkat kesulitan mempuk-puk bokong bayi bekas disuntik vaksin jauh di atas tingkat kesulitan tempo ketukan drum whiplash & caravan bahkan gabungan keduanya.  Lagian drum set si Andrew mana pernah disuntik vaksin! Kebayang saat mempuk-puk saya mesti menghafal bokong sebelah mana yang disuntik.  Belum lagi khawatir apa puk-pukan saya terlalu keras atau terlalu lembut. Tangan saya bahkan nyaris mempuk-puk tanpa menyentuh karena saking pengen lembut tepukannya.  Mirip adegan saat Andrew diminta sang mentor menabuh ketukan drum caravan dengan tempo sepersekian detik cepatnya seolah-olah stik drum terlihat tak menyentuh senar drum sama sekali.  Sinting memang, membuat frustasi.

Sebagai catatan Miles Teller menghabiskan waktu empat bulan dengan latihan nonstop 4-6 jam sehari dipandu penggebuk drum jazz pro buat mendalami peran di film ini.  Sementara saya terpaksa otodidak belajar puk-puk bokong bayi tanpa persiapan dan bantuan dari siapapun.  Sudah googling kemana-mana, belum juga ketemu puk-puker bokong bayi profesional.  Tapi secara hasil, kami berdua boleh diadu.

Sayang, pengalaman mempuk-puk bayi tak sepopuler menggebuk drum. Makanya sangat jarang Hollywood mengangkat tema ini ke layar lebar. Seandainya ada, bukan tidak mungkin prestasinya bakal menyaingi Whiplash yang berhasil masuk lima nominasi Oscar dan menyabet tiga di antaranya pada tahun 2015 kemarin.

All right gang, whiplash!

Advertisements