Toraja Rantemario

image

Rantemario sendiri merupakan nama salah satu puncak tertinggi (3478 mdpl) dari tujuh puncak pegunungan Latimojong yang dijuluki sebagai atap pulau Sulawesi. Akses menuju puncak Rantemario umumnya melalui rute Makassar – Enrekang – Barakka – kemudian desa Kalimbua di kaki gunung Latimojong.

Entah kenapa kopi ini disebut Toraja Rantemario, bukannya Enrekang. Mungkin biji kopinya berasal dari kebun-kebun kopi di kaki gunung Latimojong yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Tana Toraja.  Sebagian lainnya menyebut kopi arabica yang berasal dari kawasan Rantelemo, Luwu dan Rantemario dengan sebutan kopi gunung. Selain penghasil kopi, wilayah kaki gunung Latimojong dikenal sebagai penghasil buah Salak dan beragam jenis sayuran.

Kopi Toraja Rantemario yang saya cicipi semalam diroasting light, diseduh Kalita oleh toean Semenjana. Untuk testing note, sedikit rasa asam lebih ke fruity dan kelat pahit buah Salak. Yang menonjol adalah body kopi yang pekat, sesuai dengan selera kopi hitam favorit saya.

Advertisements