Arabika Dolok Sanggul

image

Dolok Sanggul, Kalita, Semenjana

Yang menarik dari nama kopi ini adalah kata Sanggul, hiasan rambut wanita khas Nusantara dan Dolok yang berarti gunung. Karena unik, saya akhirnya mencari informasi kopi ini dinamakan seperti itu.

Konon pada suatu ketika, sekelompok masyarakat Dolok Nabolon, kecamatan Pollung menghadiri undangan pesta Ulaon yang mengharuskan mereka melewati wilayah Dolok Sanggul. Perjalanannya sendiri memakan waktu seharian. Tiba di Dolok Sanggul mereka menyempatkan beristirahat, saat berkemas tanpa sengaja para wanita tertinggal perlengkapan sanggulnya. Saat perjalanan pulang, mereka menyempatkan mengambil Sanggul yang tertinggal. Terpesona akan keindahan alamnya, akhirnya mereka menyebut kata Sanggul sebagai pengingat. Sejak saat itu, daerah tersebut dikenal dengan nama Dolok Sanggul.

Dolok Sanggul sendiri merupakan bagian dari dataran tinggi pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara diketinggian 1.400 – 1.600 mdpl. Dolok Sanggul juga dikenal sebagai nama kecamatan sekaligus nama ibukota kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Mayoritas penduduknya adalah suku Batak hidup dengan bertani dan berkebun kopi jenis Arabika. Kopi dari daerah ini kemudian dikenal dengan nama kopi Dolok Sanggul.

Pada kunjungan ke rumah seduh Semenjana semalam, pilihan saya jatuh pada kopi ini. Diroasting oleh Morph dengan motode giling basah tertanggal 12 Januari kemarin. Dengan metode seduh Kalita didapat aroma manis gula aren dan kesan cokelat hitam pada rasa yang tertinggal. Saya tidak menemui rasa asam strawberry seperti yang tertera pada tasting note. Maklum, kebiasaan minum haus membuat saya menegak habis cangkir kopi sebelum mendingin dan mengeluarkan cita rasa asamnya. Untuk kepekatan, medium to high body merupakan rentang skala yang saya sukai.

Advertisements